
Singkawang – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Supervisi Akademik Tahun Ajaran 2026/2027, MTsN Singkawang menyelenggarakan In House Training (IHT) bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran” pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTsN Singkawang ini diikuti oleh seluruh guru MTsN Singkawang serta guru dari MTsN Filial Sungai Jaga, Bengkayang. Pelaksanaan IHT menjadi salah satu strategi madrasah dalam memperkuat kapasitas pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mendukung proses pembelajaran.
Kepala MTsN Singkawang, Rahmi Nuraztia, S.P., M.Sc., saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa penguasaan teknologi, termasuk AI, telah menjadi kebutuhan bagi guru di era digital. Namun demikian, pemanfaatannya harus tetap dilakukan secara bijak, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Lebih dari sekadar pelatihan penggunaan aplikasi AI, IHT ini dirancang sebagai langkah konkret dalam mempersiapkan Supervisi Akademik yang akan dilaksanakan pada September hingga Oktober 2026. Seluruh peserta dibimbing menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan, mulai dari perencanaan pembelajaran hingga berbagai dokumen pendukung supervisi dengan memanfaatkan teknologi AI secara efektif.
Materi disampaikan oleh Ratna Julyanti, S.Pd., yang mengombinasikan sesi pemaparan konsep dengan praktik secara langsung. Peserta tidak hanya mempelajari teknik menyusun prompt yang tepat, tetapi juga diajak memahami cara memverifikasi, menyunting, dan menyempurnakan hasil keluaran AI agar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, kebutuhan murid, serta kurikulum yang berlaku.
Keunggulan utama pelaksanaan IHT ini adalah pendekatan learning by doing. Selama pelatihan berlangsung, setiap guru langsung mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran menggunakan AI hingga menghasilkan produk yang siap digunakan. Dengan demikian, pada akhir kegiatan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membawa pulang perangkat pembelajaran yang telah selesai disusun dan siap diimplementasikan dalam proses belajar mengajar maupun sebagai bahan Supervisi Akademik.
Melalui kegiatan ini, MTsN Singkawang berharap budaya pemanfaatan teknologi digital di lingkungan madrasah semakin berkembang. AI diposisikan bukan sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai alat bantu profesional yang mampu meningkatkan efisiensi penyusunan administrasi pembelajaran, sehingga guru dapat lebih fokus pada inovasi pembelajaran, pendampingan murid, dan peningkatan kualitas proses belajar di kelas.
Kolaborasi antara guru MTsN Singkawang dan MTsN Filial Sungai Jaga dalam kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik antarsatuan pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi pendidik sekaligus mendorong terwujudnya madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam pembelajaran, dan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.




