SINGKAWANG – Suasana di MTsN Singkawang pada Rabu (04/02/2026) tampak berbeda dari biasanya. Nuansa keberagaman budaya kental terasa saat keluarga besar madrasah menyambut kehadiran dua tamu istimewa: Mohamed Amin Azeroual dari Italia dan Sela Ramona Loo dari Amerika Serikat. Kunjungan ini menjadi momentum berharga bagi siswa untuk mempraktikkan langsung konsep kewarganegaraan global di lingkungan sekolah.

Sambutan Hangat Berbalut Tradisi
Acara penyambutan dimulai dengan prosesi adat yang khidmat namun hangat. Sebagai bentuk penghormatan, kedua tamu mancanegara tersebut dipasangkan Syal Batik Dayak Singkawang. Keramahan khas lokal semakin terpancar melalui jajaran guru dan staf yang tampil anggun mengenakan pakaian tradisional Melayu.

Tak hanya secara visual, kekayaan akulturasi budaya Singkawang juga diperkenalkan melalui kuliner. Keduanya disuguhi Sop Mie Asin, hidangan khas warisan Tionghoa Singkawang yang melambangkan doa untuk umur panjang.

Pertukaran Budaya dan Persahabatan
Rangkaian acara diisi dengan berbagai atraksi yang memukau, di antaranya:

Pertunjukan Silat: Menampilkan ketangkasan bela diri tradisional Indonesia.

Cultural Talk Show: Dialog interaktif mengenai perbedaan dan persamaan budaya antarnegara.

Permainan Tradisional: Mengajak para tamu untuk merasakan langsung keseruan permainan lokal.

Pertukaran Cendera Mata: Simbol ikatan persahabatan yang melampaui batas geografis.

Belajar Melampaui Buku Teks
Momen paling berkesan terlihat dari antusiasme para siswa MTsN Singkawang. Tanpa rasa canggung, mereka aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mengabadikan momen bersama para tamu. Interaksi langsung ini membuktikan bahwa pendidikan terbaik sering kali terjadi di luar halaman buku teks.

“Acara ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pelajaran nyata tentang kepercayaan diri dan bagaimana kita memandang dunia,” ujar salah satu staf pendidik. Di tengah dunia yang kian kompleks, inisiatif sederhana ini menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dan kebanggaan akan akar budaya sendiri dapat menjadi jembatan persaudaraan yang kuat.

Kunjungan ini diakhiri dengan tawa dan foto bersama, meninggalkan jejak inspirasi bagi siswa MTsN Singkawang untuk terus bermimpi menjadi bagian dari komunitas global tanpa melupakan identitas lokal mereka. (PRJ)